Semua templat laporan keuangan

Template Neraca Indonesia

Template neraca gratis sesuai PSAK, dengan pemeriksaan otomatis bahwa jumlah aset sama dengan total liabilitas ditambah ekuitas.

Standar akuntansi
SAK / PSAK
Tahun buku
Tahun kalender (Jan.–Des.) umumnya digunakan
Mata uang
IDR (Rp)
Dilaporkan ke
OJK/BEI (emiten) — tidak ada registri publik untuk PT tertutup
Neraca (laporan posisi keuangan)
20262025
Aset lancarRp 2.250.000.000Rp 2.250.000.000
Kas dan setara kasRp 750.000.000Rp 750.000.000
Piutang usahaRp 900.000.000Rp 900.000.000
PersediaanRp 600.000.000Rp 600.000.000
Aset tidak lancarRp 3.650.000.000Rp 3.650.000.000
Aset tetapRp 3.200.000.000Rp 3.200.000.000
Aset takberwujudRp 450.000.000Rp 450.000.000
Jumlah asetRp 5.900.000.000Rp 5.900.000.000
Liabilitas jangka pendekRp 880.000.000Rp 880.000.000
Utang usahaRp 700.000.000Rp 700.000.000
Utang pajakRp 180.000.000Rp 180.000.000
Liabilitas jangka panjangRp 1.200.000.000Rp 1.200.000.000
Utang bank jangka panjangRp 1.200.000.000Rp 1.200.000.000
EkuitasRp 3.820.000.000Rp 3.820.000.000
Modal sahamRp 500.000.000Rp 500.000.000
Saldo labaRp 3.320.000.000Rp 3.320.000.000
Jumlah liabilitas dan ekuitasRp 5.900.000.000Rp 5.900.000.000
Neraca seimbang

Unduh templat ini

Cara Mengisi Template Neraca Indonesia

Neraca, atau secara formal disebut laporan posisi keuangan menurut PSAK, menunjukkan apa yang dimiliki dan menjadi kewajiban suatu perusahaan pada satu titik waktu tertentu — biasanya tanggal tutup buku. Berbeda dengan laporan laba rugi yang mencakup satu periode, neraca adalah potret pada satu tanggal.

Karena neraca harus selalu seimbang, dengan jumlah aset sama dengan total liabilitas ditambah ekuitas, laporan ini juga menjadi alat pemeriksaan yang berguna untuk mengecek keakuratan catatan keuangan lainnya.

Apa itu neraca?

Neraca mendaftar aset perusahaan (apa yang dimiliki), liabilitas (apa yang menjadi kewajibannya), dan ekuitas (hak residual pemilik) pada tanggal tertentu. Setiap entitas yang menyusun laporan keuangan sesuai PSAK wajib menyertakan neraca, dan bagi banyak UMKM yang memakai SAK EMKM, neraca adalah salah satu laporan inti yang tetap harus disusun meski format lainnya disederhanakan.

Apa yang perlu dicantumkan

  • Aset lancar — kas dan setara kas, piutang usaha, dan persediaan, yang terdiri dari kas, piutang, dan persediaan yang diharapkan berubah menjadi kas dalam waktu satu tahun.
  • Aset tidak lancar — aset tetap dan aset takberwujud yang digunakan untuk jangka panjang dalam kegiatan usaha.
  • Jumlah aset — total dari aset lancar dan aset tidak lancar.
  • Liabilitas jangka pendek — utang usaha dan utang pajak yang harus dilunasi dalam waktu dekat.
  • Liabilitas jangka panjang — kewajiban jangka panjang seperti utang bank jangka panjang.
  • Ekuitas — modal saham dan saldo laba yang mewakili hak pemilik atas perusahaan.
  • Jumlah liabilitas dan ekuitas — total dari kedua kategori liabilitas ditambah ekuitas, yang harus sama dengan jumlah aset.

Panduan langkah demi langkah

  1. Daftar kas dan setara kas, piutang usaha, dan persediaan untuk membentuk aset lancar.
  2. Daftar aset tetap dan aset takberwujud untuk membentuk aset tidak lancar, lalu periksa subtotal jumlah aset.
  3. Masukkan utang usaha dan utang pajak yang harus dibayar dalam waktu dekat pada liabilitas jangka pendek.
  4. Masukkan utang bank jangka panjang atau kewajiban jangka panjang lain pada liabilitas jangka panjang.
  5. Masukkan modal saham dan saldo laba pada bagian ekuitas.
  6. Jumlahkan kedua kategori liabilitas dengan ekuitas untuk memperoleh jumlah liabilitas dan ekuitas.
  7. Periksa bahwa jumlah aset sama dengan jumlah liabilitas dan ekuitas — pemeriksaan keseimbangan otomatis pada template akan menandai bila ada selisih.
  8. Bandingkan periode berjalan dengan kolom pembanding tahun sebelumnya untuk melihat perubahan yang tidak biasa.

Aturan khusus Indonesia

Setiap entitas yang menyusun laporan keuangan sesuai PSAK wajib menyajikan neraca pada tanggal tutup bukunya. Bagi emiten, neraca ini menjadi bagian dari laporan keuangan tahunan auditan yang disampaikan ke OJK dan BEI dalam format XBRL, sementara entitas tanpa akuntabilitas publik dapat memakai format SAK EP dan UMKM dapat memakai SAK EMKM yang lebih ringkas namun tetap mensyaratkan neraca.

PT tertutup (bukan emiten) tidak memiliki registri publik untuk neracanya, tetapi tetap perlu menyusunnya untuk keperluan RUPS, perpajakan, dan permohonan kredit ke bank yang biasanya meminta laporan posisi keuangan terbaru.

Pertanyaan yang sering diajukan