Semua templat laporan keuangan

Template Laporan Anggaran Indonesia

Template laporan anggaran gratis untuk bisnis Indonesia dengan kolom anggaran-versus-realisasi dan total otomatis.

Standar akuntansi
SAK / PSAK
Tahun buku
Tahun kalender (Jan.–Des.) umumnya digunakan
Mata uang
IDR (Rp)
Dilaporkan ke
OJK/BEI (emiten) — tidak ada registri publik untuk PT tertutup
Laporan anggaran
AnggaranRealisasi
Pendapatan penjualanRp 8.500.000.000Rp 8.500.000.000
Pendapatan lain-lainRp 200.000.000Rp 200.000.000
Jumlah pendapatanRp 8.700.000.000Rp 8.700.000.000
Gaji dan upahRp 3.000.000.000Rp 3.000.000.000
Sewa dan tempat usahaRp 600.000.000Rp 600.000.000
PemasaranRp 400.000.000Rp 400.000.000
Beban lain-lainRp 1.200.000.000Rp 1.200.000.000
Surplus / (defisit) bersihRp 3.500.000.000Rp 3.500.000.000

Unduh templat ini

Cara Mengisi Template Laporan Anggaran Indonesia

Laporan anggaran menetapkan perkiraan pendapatan dan biaya untuk satu periode ke depan, memberikan Anda rencana untuk mengukur kinerja aktual seiring berjalannya waktu. Berbeda dengan laporan keuangan yang bersifat statutori, anggaran tidak disampaikan ke regulator mana pun — ini adalah alat manajemen internal, namun sangat penting untuk perencanaan kas dan mendeteksi masalah lebih awal.

Template ini memakai tata letak Anggaran-versus-Realisasi yang sederhana sehingga Anda dapat langsung melihat apakah usaha berada di atas atau di bawah rencana.

Apa itu laporan anggaran?

Laporan anggaran adalah rencana ke depan mengenai perkiraan pendapatan dan pengeluaran untuk periode mendatang, biasanya satu tahun buku. Membandingkan angka anggaran dengan hasil aktual seiring berjalannya periode — sering disebut analisis anggaran versus realisasi — membantu mengidentifikasi selisih sejak dini agar dapat segera ditindaklanjuti.

Apa yang perlu dicantumkan

  • Pendapatan penjualan — perkiraan pendapatan yang diharapkan dari kegiatan usaha utama.
  • Pendapatan lain-lain — pendapatan tambahan di luar penjualan utama, seperti bunga atau pendapatan sewa.
  • Jumlah pendapatan — total dari pendapatan penjualan dan pendapatan lain-lain.
  • Gaji dan upah — perkiraan biaya karyawan untuk periode tersebut.
  • Sewa dan tempat usaha — biaya terkait properti termasuk sewa dan utilitas.
  • Pemasaran — perkiraan pengeluaran untuk iklan dan promosi.
  • Beban lain-lain — biaya operasional lain yang tidak tercakup pada kategori di atas.
  • Surplus / (defisit) bersih — jumlah pendapatan dikurangi seluruh biaya, menunjukkan perkiraan laba atau rugi untuk periode tersebut.

Panduan langkah demi langkah

  1. Perkirakan pendapatan penjualan untuk periode tersebut berdasarkan tren historis, prospek penjualan, atau kontrak yang sudah berjalan.
  2. Tambahkan pendapatan lain-lain yang diperkirakan, seperti bunga yang diterima atau pendapatan sewa.
  3. Daftar perkiraan gaji dan upah, termasuk rencana perekrutan atau kenaikan gaji.
  4. Masukkan biaya sewa dan tempat usaha, menggunakan ketentuan sewa saat ini atau estimasi perpanjangan.
  5. Masukkan perkiraan pengeluaran pemasaran dan beban lain-lain yang diperkirakan akan terjadi.
  6. Tinjau surplus atau defisit bersih pada kolom Anggaran untuk memastikan rencana tersebut realistis.
  7. Seiring berjalannya periode, isi kolom Realisasi dengan hasil aktual dari catatan akuntansi Anda.
  8. Bandingkan Anggaran dengan Realisasi secara berkala dan telusuri setiap selisih yang signifikan.

Aturan khusus Indonesia

Laporan anggaran tidak memiliki kewajiban penyampaian statutori di Indonesia — dokumen ini adalah alat manajemen internal, bukan sesuatu yang disampaikan ke OJK, BEI, atau kantor pajak. Meski begitu, bank yang menilai permohonan kredit, atau investor yang meninjau rencana usaha, sering meminta anggaran sebagai pelengkap laporan keuangan historis.

Menyusun anggaran dengan format Rupiah dan istilah yang sama seperti laporan laba rugi statutori Anda (pendapatan, beban usaha, dan seterusnya) membuat perbandingan anggaran-versus-realisasi lebih mudah dilakukan langsung terhadap hasil akhir tahun.

Pertanyaan yang sering diajukan