Perjanjian Hak Siar: Template untuk Indonesia
Diperbarui pada 25 Agustus 2026
Perjanjian hak siar mengatur siapa yang berhak menyiarkan konten tertentu, pada platform apa, di wilayah mana, dan untuk jangka waktu berapa lama, serta syarat ekonomi dari hak tersebut.
Template ini disusun untuk pasar Indonesia dan pendekatan hukum Indonesia yang berbeda dari kerangka Uni Eropa dalam hal akses berita atas siaran eksklusif.
Ketuk kolom yang disorot pada dokumen di bawah dan langsung ketik di dalamnya.Gratis — tanpa pendaftaran, tanpa tanda air
Perjanjian Hak Siar
Perjanjian ini dibuat pada antara dan sehubungan dengan:
1. Ruang Lingkup
- Eksklusivitas:
- Wilayah:
- Platform:
2. Jangka Waktu
- Mulai:
- Berakhir:
3. Kompensasi
- Jumlah:
- Syarat:
Pemegang hak
Tanggal:
Penerima lisensi
Tanggal:
Eksklusivitas dan ruang lingkup
Perjanjian harus menegaskan apakah hak tersebut eksklusif atau tidak eksklusif, wilayah mana yang dicakup, dan platform apa (televisi, streaming, media sosial) yang termasuk. Ketidakjelasan pada poin-poin ini merupakan sumber sengketa yang umum di industri ini.
Tidak ada hak akses berita bagi penyiar lain
Berbeda dengan negara-negara anggota Uni Eropa yang menerapkan Pasal 15 Direktif Layanan Media Audiovisual (AVMSD) yang memberikan hak akses kutipan singkat untuk keperluan berita kepada penyiar lain, tidak ditemukan ketentuan setara dalam hukum Indonesia. Sebaliknya, Undang-Undang Hak Cipta No. 28 Tahun 2014 Pasal 40 melindungi hak penyiar atas program siarannya, dan bahkan membatasi penyiar swasta untuk merelai siaran olahraga atau berita asing tertentu tanpa izin — ini justru berjalan ke arah sebaliknya, melindungi pemegang hak, bukan memberikan hak akses bagi pesaing.
Undang-Undang Penyiaran No. 32 Tahun 2002 dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 mengatur akses jurnalistik secara umum terhadap informasi, namun tidak memuat pengecualian khusus yang memberikan penyiar lain akses terhadap rekaman acara eksklusif untuk tujuan pemberitaan. Ketiadaan hak semacam ini merupakan temuan yang perlu dinyatakan secara jujur, bukan diasumsikan ada.
Rincian Ketentuan
- Para pihak dan konten
- Pemegang hak, penerima lisensi, dan konten yang menjadi objek perjanjian.
- Ruang lingkup hak
- Eksklusivitas, wilayah, dan platform.
- Jangka waktu
- Masa berlaku perjanjian dan kemungkinan perpanjangan.
- Kompensasi
- Besaran kompensasi atas hak tersebut dan syarat pembayaran.
- Perlindungan hak siar
- Pengakuan atas perlindungan hak siar penyiar berdasarkan UU Hak Cipta.
Daftar Periksa Indonesia
Tegaskan eksklusivitas, wilayah, dan platform secara jelas
Ketidakjelasan di sini adalah sumber sengketa hak siar yang paling umum.
Jangan asumsikan adanya hak akses berita bagi penyiar lain
Tidak ditemukan padanan Indonesia untuk hak akses kutipan berita singkat sebagaimana diatur dalam AVMSD Uni Eropa; sebaliknya, UU Hak Cipta Pasal 40 melindungi hak penyiar pemegang hak.
UU Hak Cipta No. 28 Tahun 2014, Pasal 40Tentukan kompensasi dan syarat pembayaran secara jelas
Jumlah, mata uang, dan tanggal jatuh tempo harus dinyatakan secara tegas.
Cara Mengisi Template Ini
- Identifikasi para pihak dan konten. Pemegang hak, penerima lisensi, dan konten spesifik.
- Tentukan ruang lingkup. Eksklusivitas, wilayah, dan platform.
- Tentukan jangka waktu. Tanggal mulai dan berakhirnya hak.
- Tentukan kompensasi. Jumlah dan syarat pembayaran.
- Tambahkan ketentuan perlindungan hak siar. Sesuai dengan UU Hak Cipta Pasal 40.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa arti hak siar eksklusif?
Ini berarti hanya penerima lisensi yang ditentukan yang boleh menyiarkan konten dalam wilayah dan platform yang disepakati selama masa berlaku perjanjian; tidak ada pihak lain, termasuk pemegang hak sendiri, yang boleh melakukannya secara bersamaan.
Apakah penyiar lain di Indonesia dapat menayangkan sebagian dari acara tersebut untuk keperluan berita?
Tidak ditemukan hak akses berita setara dengan yang berlaku di Uni Eropa dalam hukum Indonesia. Sebaliknya, UU Hak Cipta Pasal 40 justru melindungi hak penyiar pemegang hak eksklusif dan membatasi relay tanpa izin.
Apakah wilayah harus didefinisikan secara sempit?
Ya. Wilayah harus didefinisikan secara tepat, karena ketidakjelasan di sini merupakan salah satu sumber sengketa perjanjian penyiaran yang paling umum.
Apakah hak tersebut dapat mencakup streaming dan media sosial, atau hanya televisi tradisional?
Perjanjian harus secara tegas menyatakan seluruh platform yang dicakup; hak yang dibatasi pada 'televisi' tidak secara otomatis mencakup streaming atau media sosial kecuali dinyatakan secara khusus.
Apa yang terjadi jika penerima lisensi tidak membayar kompensasi yang disepakati?
Perjanjian harus menentukan akibatnya, biasanya pencabutan atau pemutusan hak serta kemungkinan bunga keterlambatan dan tuntutan ganti rugi sesuai dengan prinsip umum hukum perikatan.
Templat terkait
Sanggahan
Template dan penjelasan ini merupakan informasi umum mengenai praktik di Indonesia, bukan nasihat hukum, dan tidak ada yang telah meninjau kontrak Anda.


