Konosemen / Bill of Lading Template Indonesia

Diperbarui pada 13 Agustus 2026

Konosemen / Bill of Lading Template Indonesia adalah lembar kerja lokal untuk menyiapkan data konosemen, bukan dokumen resmi yang menggantikan Bill of Lading (B/L) yang diterbitkan perusahaan pelayaran atau agennya. Di praktik ekspor-impor Indonesia, B/L dipakai bersama invoice, packing list, manifest, instruksi pengapalan, dokumen pabean, asuransi dan bukti pengiriman.

Bea Cukai menjelaskan B/L sebagai dokumen yang dikeluarkan perusahaan pelayaran atau agennya sebagai tanda penerimaan barang untuk diangkut melalui laut, dan juga dikenal sebagai konosemen. Karena itu, template ini menekankan data yang harus rapi sebelum carrier menerbitkan versi final: Pengirim / shipper, Penerima / consignee, Perusahaan pelayaran atau agennya, Barang / muatan, Pelabuhan muat, pelabuhan bongkar, kapal dan voyage, Freight prepaid / freight collect, Nomor referensi, invoice, packing list, manifest dan pabean, kondisi luar barang dan pengecualian.

Jangan menggunakan template ini sebagai B/L bankable untuk letter of credit, dokumen title, telex release, sea waybill, house bill, master bill atau dokumen pabean. Jika bank, freight forwarder, shipping line, PPJK, Bea Cukai atau pelabuhan meminta format tertentu, gunakan format resmi mereka dan simpan template ini sebagai bukti persiapan data.

0 dari 13 kolom terisi

Ketuk kolom yang disorot pada dokumen di bawah dan langsung ketik di dalamnya.Gratis — tanpa pendaftaran, tanpa tanda air

Konosemen / Bill of Lading Template Indonesia

konosemen , Tanggal , records goods handed by of to for delivery to at .

1. Barang / muatan

Pelabuhan muat, pelabuhan bongkar, kapal dan voyage: . Barang / muatan: .

Freight prepaid / freight collect: . Nomor referensi, invoice, packing list, manifest dan pabean: .

OpsionalInsurance note

Nilai deklarasi: . Declared value is not cargo insurance unless a separate policy or carrier product applies.

OpsionalRegulated goods note
OpsionalOriginal B/L warning

This worksheet does not replace an original konosemen, sea waybill, customs record, bank document or carrier-issued release.

2. Catatan kondisi, kekurangan dan pengecualian

Catatan kondisi, kekurangan dan pengecualian: . Damage, shortage, broken seal, wet packaging, wrong temperature or unclear weight should be recorded before a clean signature.

Pengirim / shipper

Tanggal:

Perusahaan pelayaran atau agennya

Tanggal:

Penerima / consignee

Tanggal:

Fungsi konosemen

konosemen berfungsi sebagai tanda terima, bukti kontrak pengangkutan dan dalam keadaan tertentu dokumen kepemilikan. Fungsi ini tidak muncul hanya karena sebuah PDF diberi judul Bill of Lading; ia muncul dari penerbitan oleh carrier yang benar, status original/non-negotiable, dan kesesuaian dengan barang yang benar-benar diterima.

Template ini memaksa pengguna memisahkan versi persiapan data dari dokumen akhir. Nomor B/L, tanggal, kapal, voyage, pelabuhan muat, pelabuhan bongkar, freight dan penerima harus cocok dengan dokumen carrier, bukan hanya dengan purchase order internal.

Bedakan B/L, surat jalan dan manifest

Surat jalan membantu pergerakan barang di darat, manifest merangkum muatan kapal, dan B/L mengikat carrier terhadap pengiriman tertentu. Jangan mencampur fungsi ini, terutama ketika barang dikirim lewat freight forwarder yang menerbitkan house bill sementara shipping line menerbitkan master bill.

Jika template digunakan untuk pengiriman domestik antarpulau, tetap pastikan apakah dokumen yang benar adalah konosemen, nota pengiriman, tanda terima muatan, atau format operator pelayaran.

Pengirim, penerima dan carrier

Masukkan nama hukum lengkap pengirim, penerima, notify party, perusahaan pelayaran, agen dan forwarder. Kesalahan satu huruf pada consignee dapat menahan barang di pelabuhan bongkar atau mempersulit endorsement.

Jika penerima adalah bank, buyer, trading company atau pihak to order, jelaskan siapa yang boleh mengambil barang dan dokumen apa yang harus ditukar.

Deskripsi barang dan kemasan

Deskripsi Barang / muatan harus mengikuti invoice dan packing list: nama komersial, HS code jika relevan, jumlah koli, berat kotor, berat bersih, ukuran, merek, nomor kontainer, nomor segel dan kondisi luar.

Hindari uraian generik seperti "spare parts" tanpa rincian. Untuk barang berbahaya, pangan, obat, limbah, cairan, barang dingin atau barang bernilai tinggi, lampirkan dokumen teknis yang sesuai.

Pelabuhan, kapal dan voyage

Pelabuhan muat, pelabuhan bongkar, kapal dan voyage harus menghindari singkatan internal yang hanya dipahami tim logistik. Tulis pelabuhan muat, pelabuhan transshipment, pelabuhan bongkar, ETD/ETA, nama kapal, voyage dan titik serah sesuai booking.

Jika rute berubah setelah booking, jangan menghapus versi lama. Catat tanggal perubahan, pihak yang menyetujui, dan dampaknya pada biaya, asuransi dan dokumen pabean.

Freight prepaid atau collect

Freight prepaid / freight collect menentukan siapa yang membayar ongkos angkut dan kapan barang dapat dilepaskan. Freight collect dapat menahan penyerahan sampai tagihan dibayar di pelabuhan tujuan; freight prepaid perlu cocok dengan invoice freight dan bukti pembayaran.

Template memberi tempat untuk surcharge, demurrage, detention, THC, biaya dokumen dan biaya lokal, tetapi angka akhir tetap mengikuti kontrak angkut dan tagihan carrier.

Nilai, asuransi dan Incoterms

Nilai deklarasi bukan polis asuransi. Nilai barang, Incoterms, cargo insurance, deductible dan batas tanggung jawab carrier harus dibaca bersama, terutama jika barang rentan rusak atau nilainya tinggi.

Jika transaksi menggunakan letter of credit, bahasa dokumen harus mengikuti syarat bank. Satu kata yang berbeda pada consignee, notify party atau shipment date dapat membuat dokumen ditolak.

Catatan kondisi sebelum clean B/L

Clean B/L sebaiknya tidak diberikan jika kemasan basah, segel rusak, jumlah koli berbeda, suhu tidak sesuai, kontainer penyok atau barang tampak rusak. Catatan Catatan kondisi, kekurangan dan pengecualian harus masuk sebelum tanda tangan bersih.

Foto, laporan surveyor, tally sheet dan catatan gudang sebaiknya diberi nomor referensi yang sama agar klaim tidak bergantung pada percakapan informal.

Kontainer, segel dan suhu

Untuk kontainer, catat nomor kontainer, segel, tipe, temperatur set point, ventilasi, berat terverifikasi dan siapa yang melakukan stuffing. Jika pengiriman memakai reefer, simpan bukti setting suhu dan pre-trip inspection jika tersedia.

Klaim suhu biasanya gagal bila catatan suhu, waktu gate-in, dan instruksi carrier tidak cocok.

Dokumen pabean dan ekspor-impor

Dalam ekspor-impor Indonesia, B/L berada di tengah paket dokumen yang juga mencakup invoice, packing list, PEB/PIB, dokumen karantina, perizinan, sertifikat asal, MSDS dan dokumen surveyor.

Jangan menuliskan data yang berbeda antar dokumen. Perbedaan kecil pada berat, jumlah kemasan, nama barang atau pelabuhan dapat memicu koreksi dan biaya tambahan.

Klaim, partial delivery dan arsip

Saat terjadi kerusakan, kekurangan atau keterlambatan, catat tanggal bongkar, siapa yang hadir, bukti foto, tally, berita acara, nomor klaim dan pihak yang diberi notifikasi.

Partial delivery harus menjelaskan barang yang diterima, ditolak, rusak, tertahan dan masih dalam perjalanan. Tutup file hanya setelah POD, invoice dan klaim berbicara sama.

Kapan wajib memakai dokumen carrier

Gunakan dokumen carrier atau platform resmi untuk original B/L, sea waybill, telex release, switch B/L, surrender B/L, dokumen pabean dan dokumen yang diminta bank.

Template ini adalah alat kerja internal dan customer-facing draft; ia membantu menghindari data berantakan sebelum dokumen resmi diterbitkan.

Penjelasan klausul

konosemen
konosemen berfungsi sebagai tanda terima, bukti kontrak pengangkutan dan dalam keadaan tertentu dokumen kepemilikan. Fungsi ini tidak muncul hanya karena sebuah PDF diberi judul Bill of Lading; ia muncul dari penerbitan oleh carrier yang benar, status original/non-negotiable, dan kesesuaian dengan barang yang benar-benar diterima.
Pengirim / shipper
Masukkan nama hukum lengkap pengirim, penerima, notify party, perusahaan pelayaran, agen dan forwarder. Kesalahan satu huruf pada consignee dapat menahan barang di pelabuhan bongkar atau mempersulit endorsement.
Barang / muatan
Deskripsi Barang / muatan harus mengikuti invoice dan packing list: nama komersial, HS code jika relevan, jumlah koli, berat kotor, berat bersih, ukuran, merek, nomor kontainer, nomor segel dan kondisi luar.
Pelabuhan muat, pelabuhan bongkar, kapal dan voyage
Pelabuhan muat, pelabuhan bongkar, kapal dan voyage harus menghindari singkatan internal yang hanya dipahami tim logistik. Tulis pelabuhan muat, pelabuhan transshipment, pelabuhan bongkar, ETD/ETA, nama kapal, voyage dan titik serah sesuai booking.
Catatan kondisi, kekurangan dan pengecualian
Clean B/L sebaiknya tidak diberikan jika kemasan basah, segel rusak, jumlah koli berbeda, suhu tidak sesuai, kontainer penyok atau barang tampak rusak. Catatan Catatan kondisi, kekurangan dan pengecualian harus masuk sebelum tanda tangan bersih.
Nomor referensi, invoice, packing list, manifest dan pabean
Dalam ekspor-impor Indonesia, B/L berada di tengah paket dokumen yang juga mencakup invoice, packing list, PEB/PIB, dokumen karantina, perizinan, sertifikat asal, MSDS dan dokumen surveyor.

Daftar periksa konosemen Indonesia

Periksa poin ini sebelum data dipakai untuk pengiriman nyata.

  • konosemen

    konosemen berfungsi sebagai tanda terima, bukti kontrak pengangkutan dan dalam keadaan tertentu dokumen kepemilikan. Fungsi ini tidak muncul hanya karena sebuah PDF diberi judul Bill of Lading; ia muncul dari penerbitan oleh carrier yang benar, status original/non-negotiable, dan kesesuaian dengan barang yang benar-benar diterima.

    Bea Cukai Lampung - Informasi Perdagangan Internasional
  • surat jalan / dokumen pengapalan

    Surat jalan membantu pergerakan barang di darat, manifest merangkum muatan kapal, dan B/L mengikat carrier terhadap pengiriman tertentu. Jangan mencampur fungsi ini, terutama ketika barang dikirim lewat freight forwarder yang menerbitkan house bill sementara shipping line menerbitkan master bill.

    BPK - UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran
  • Perusahaan pelayaran atau agennya

    Gunakan dokumen carrier atau platform resmi untuk original B/L, sea waybill, telex release, switch B/L, surrender B/L, dokumen pabean dan dokumen yang diminta bank.

    BPK - UU No. 66 Tahun 2024 perubahan Pelayaran
  • Barang / muatan

    Deskripsi Barang / muatan harus mengikuti invoice dan packing list: nama komersial, HS code jika relevan, jumlah koli, berat kotor, berat bersih, ukuran, merek, nomor kontainer, nomor segel dan kondisi luar.

  • Catatan kondisi, kekurangan dan pengecualian

    Clean B/L sebaiknya tidak diberikan jika kemasan basah, segel rusak, jumlah koli berbeda, suhu tidak sesuai, kontainer penyok atau barang tampak rusak. Catatan Catatan kondisi, kekurangan dan pengecualian harus masuk sebelum tanda tangan bersih.

Cara mengisi konosemen

  1. Fungsi konosemen. konosemen / Bill of Lading (B/L) / surat jalan / dokumen pengapalan
  2. Pengirim, penerima dan carrier. Pengirim / shipper, Penerima / consignee, Perusahaan pelayaran atau agennya
  3. Deskripsi barang dan kemasan. Barang / muatan, Nilai deklarasi, Catatan kondisi, kekurangan dan pengecualian
  4. Pelabuhan, kapal dan voyage. Pelabuhan muat, pelabuhan bongkar, kapal dan voyage, Freight prepaid / freight collect
  5. Dokumen pabean dan ekspor-impor. Nomor referensi, invoice, packing list, manifest dan pabean

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah template ini B/L resmi?

Tidak. Template ini menyiapkan data; B/L resmi harus diterbitkan oleh perusahaan pelayaran, carrier, agen atau platform yang berwenang.

Apakah konosemen sama dengan surat jalan?

Tidak. Surat jalan biasanya bukti pergerakan barang, sedangkan konosemen/B/L dapat menjadi tanda terima, bukti kontrak angkut dan dokumen title.

Apa yang harus dicek sebelum clean B/L?

Kondisi luar barang, jumlah koli, segel, kontainer, berat, suhu, kemasan, dokumen lampiran dan apakah ada kerusakan atau kekurangan yang terlihat.

Apakah nilai deklarasi berarti barang sudah diasuransikan?

Tidak. Asuransi memerlukan polis, sertifikat, atau produk carrier yang terpisah dari nilai barang di dokumen.

Kapan perlu mencatat freight collect atau prepaid?

Saat data freight disiapkan, karena status itu memengaruhi pembayaran dan pelepasan barang di tujuan.

Apa yang disimpan setelah kapal berangkat?

B/L final, booking, shipping instruction, invoice, packing list, manifest, foto, dokumen pabean, bukti pembayaran dan korespondensi klaim.

Templat terkait

Sanggahan

Template ini adalah informasi umum dan bukan nasihat hukum, pabean, asuransi, CMR, IMDG, pelayaran, perbankan atau logistik.