Kalkulator sudut depresi

Hitung sudut depresi dan jarak garis pandang dari jarak vertikal dan horizontal antara dua titik.

Kalkulator Sudut Depresi: sudut garis pandang dari tinggi dan jarak

Sudut depresi adalah sudut antara garis pandang horizontal dan garis pandang menurun ke titik yang lebih rendah — sudut ketika seorang surveyor, pilot drone, atau pengamat di ketinggian melihat ke bawah pada objek di bawahnya. Masukkan jarak vertikal dan jarak horizontal antara dua titik, dan kalkulator ini menghasilkan sudut depresi serta jarak garis pandang langsung — berguna untuk survei lapangan, pengecekan kemiringan, dan soal trigonometri.

Cara menggunakan kalkulator sudut depresi

  1. Masukkan jarak vertikal — perbedaan tinggi antara pengamat dan objek, dalam satuan pilihan Anda.
  2. Masukkan jarak horizontal — jarak garis lurus antara posisi pengamat dan objek di bawahnya.
  3. Baca sudut depresi dalam derajat, beserta jarak garis pandang (jarak garis lurus langsung antara kedua titik).

Rumus sudut depresi, dijelaskan

Sudut depresi, jarak vertikal, dan jarak horizontal membentuk segitiga siku-siku: sudut depresi = arctan(jarak vertikal / jarak horizontal).

Contoh perhitungan: seorang pengamat di menara setinggi 20 m melihat titik yang berjarak horizontal 40 m. Sudut depresi = arctan(20 / 40) = arctan(0,5) = 26,57 derajat. Jarak garis pandang (sisi miring) adalah 20 / sin(26,57°) = 44,72 m.

Sudut depresi yang diukur dari titik yang lebih tinggi selalu sama dengan sudut elevasi yang diukur dari titik yang lebih rendah ke atas, karena kedua garis referensi horizontal sejajar.

Tips praktis

Kedua jarak harus diukur di antara dua titik referensi yang sama dan dalam garis lurus — memasukkan jarak lereng ke kolom "jarak horizontal" akan memperbesar sudut hasil perhitungan secara keliru.

Sudut depresi maksimum yang mungkin adalah 90 derajat, dan hanya terjadi saat melihat tepat lurus ke bawah (jarak horizontal nol).

Jasa surveyor untuk mengukur garis pandang atau sudut depresi langsung di lokasi di Indonesia biasanya dikenakan biaya sekitar Rp 3.000.000-9.000.000 untuk satu kali kunjungan pengukuran, tergantung jarak tempuh dan akses ke lokasi.